Gampang Banget, Ini Cara Buang Sisa Air CVT di Motor Matic

Gampang Banget, Ini Cara Buang Sisa Air CVT di Motor Matic

Saat musim hujan seperti sekarang, ada banyak masalah yang timbul di kendaraan bermotor. Untuk itu, diperlukan perawatan yang lebih ekstra supaya motor tetap awet.

Dikutip dari Federal Oil, Senin 2 Maret 2020, perawatan motor tak hanya berpusat kepada bodi, tetapi juga mesin dan komponen lain, seperti bagian Continuously Variable Transimission (CVT) untuk motor matic. Meskipun air tidak terlalu banyak yang masuk pada CVT, itu akan sangat mengganggu kinerja CVT.

Tak jarang, motor terpaksa harus melintasi genangan air yang cukup tinggi. Jika air masuk meski hanya sedikit saja, motor pun jadi ngadat padahal mesin masih menyala.

Penyebabnya, komponen dalam CVT terendam air dan masuk melalui lubang sirkulasi di bagian konstruksi pada komponen pemindah daya.

Alhasil, gerak putar puli pirimer dan sekunder yang ditopang V-Belt menjadi selip sehingga motor tak mau jalan.

Kinerja puli jadi ngawur karena pada dasarnya komponen CVT sangat sensitif terhadap debu, oli dan air. Tapi tenang, masalah ini masih bisa diakali.

Caranya adalah buang endapan air di dalam rumah CVT lewat pembuangan yang tersedia. Jika sudah tidak ada yang tersisa, cobalah mengeringkannya dengan memanaskan motor sambil membuka gas secara perlahan.

Jika roda belakang ikut berputar, tandanya V-belt sudah tidak bermasalah. Yang tak kalah penting adalah membuang air di lubang pembuangan air.

Pada Suzuki Skydrive misalnya, kamu cukup membuka baut 8 berwarna krom yang ada di rumah CVT. Untuk Honda Vario atau Yamaha Mio, ada pipa L yang ditutup selang buntu. Lebih mudah mencirikan ada atau tidaknya air di rumah CVT.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.