Kopi robusta (Coffea canephora)

Kopi robusta (Coffea canephora)

Kopi robusta (Coffea canephora)

Kopi robusta (Coffea canephora) berada di Indonesia pada tahun 1900, kopi ini tahan penyakit karat daun, dan memerlukan syarat tumbuh dan pemeliharaan yang ringan, sedangkan produksinya jauh lebih tinggi. Oleh karena itu kopi ini cepat berkembang dan mendesak kopi-kopi lainya. Saat ini lebih dari 90% dari areal pertanaman kopi Indonesia terdiri atas kopi Robusta (Prastowo et al., 2010). Kopi Robusta mampu beradaptasi lebih baik dibandig kopi Arabika. Areal perkebunan kopi Robusta di Indonesia relatif luas karena dapat tumbuh baik pada daerah yang lebih rendah. Kopi Robusta memiliki karakteristik fisik biji agak bulat, lengkungan tebal dan garis tengah dari atas kebawah hampir rata. (Rukmana, 2014)

Kualitas citra rasa kopi Robusta di bawah kopi Arabika, tetapi kopi Robusta rentan terhadap penyakit karat daun. Oleh karena itu, luas areal pertanaman kopi dan produksi kopi terbesar adalah kopi Robusta. Ciri-ciri kopi Robusta memiliki rasa seperti coklat, lebih pahit, dan sedikit asam, bau yang dihasilkan khas dan manis.. Tanaman kopi Robusta biasanya sudah dapat berproduksi pada umur 2,5 tahun. Umur ekonomis kopi Robusta dapat berproduksi hingga 15 tahun. Namun demikian tingkat produksi kopi Robusta sangat dipengaruhi oleh tingkat pemeliharaanya (Haryanto, 2012)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close Menu
×
×

Cart

[contact-form-7 id=”298″ title=”Contact form”]