Sejarah dan Budaya Kopi di Indonesia

Budaya minum kopi di Indonesia tumbuh sebagai kebiasaan yang dilakukan sejak jaman Belanda. Belanda menanam kopi secara besar-besaran melalui program tanam paksa. Menurut Prastowo (2016) kopi di Indonesia pertama kali dibawa oleh pria berkebangsaan Belanda sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arab.

Belanda mulai mendirikan perkebunan kopi pertama di daerah Priangan Jawa Barat. Selanjutnya, pengembangan kopi mulai dilakukan juga hampir di seluruh Pulau Jawa dan wilayah lainnya, seperti Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Kepulauan Timor. Seiring dengan perkembangan itu, masyarakat Indonesia menjadi gemar minum kopi.

Industri kopi di Indonesia masa lampau mengalami pasang surut. Setelah “kejayaan tanam paksa”, kejatuhan industri kopi dimulai ketika serangan penyakit karat daun yang melanda pada tahun 1878. Jawa Barat merupakan wilayah terparah akibat serangan hama penyakit tersebut. Wabah ini membunuh nyaris semua tanaman kopi arabika
yang tumbuh di dataran rendah.

Sedikit yang tersisa dari kejayaan perkebunan kopi Indonesia, adalah kopi arabika yang masih tersisa di  wilayah Jawa Barat, antara lain di perkebunan Gunung Malabar-Pangalengan Kabupaten Bandung. Secara geografis wilayah tersebut memiliki ketinggian 1.400–1.800 meter di atas permukaan laut (m dpl), suhu udara 15-21oC, serta curah hujan 2.000 mm/tahun. Kondisi tersebut merupakan lahan dan iklim yang sangat cocok untuk produktivitas Kopi Arabika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.