Spesies kopi arabika (Coffee arabica)

Kopu ArabikaSpesies kopi arabika (Coffea arabica) pertama kali dideskripsikan pada tahun 1753 oleh Linnaeus. Kini telah lebih dari 120 spesies kopi yang diidentifikasi, namun hanya satu spesies yaitu Coffea canephora atau kopi robusta yang dibudidayakan mendekati kuantitas kopi arabika di seluruh dunia.

Masyarakat dunia secara umum mengenal dua jenis tanaman kopi saja, yaitu arabika dan robusta. Mekuria et al. (2016) menyatakan bahwa kopi jenis arabika lebih mendominasi produksi kopi dunia, yakni sebanyak 66%. Produksi kopi dunia sisanya berasal dari kopi jenis robusta.

Kopi arabika biasanya memiliki cita rasa yang variatif, tergantung lokasi tumbuhnya, antara lain rasa fruity, rempah-rempah, dan lain-lain. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis tersebut. Kopi arabika juga dikenal memberikan rasa kopi yang ringan, dan tidak menyebabkan gangguan terhadap irama tidur karena memiliki kadar kafein sekitar 1,2%, serta memiliki aroma yang khas.

Kopi arabika berasal dari Ethiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia. Meskipun tersebar di berbagai negara tersebut, sebanyak 80% produksi kopi arabika di dunia masih berasal dari Brasil. Sehingga negara Brasil dikenal sebagai produsen kopi arabika terbesar sekaligus juga penghasil kopi terbesar di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.